Posts

APA DAN BAGAIMANA MEMPELAJARI ANALISA VEGETASI

Image
Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komposisi jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Untuk suatu kondisi hutan yang luas, maka kegiatan analisa vegetasi erat kaitannya dengan sampling, artinya kita cukup menempatkan beberapa petak contoh untuk mewakili habitat tersebut. Dalam sampling ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu jumlah petak contoh, cara peletakan petak contoh dan teknik analisa vegetasi yang digunakan. Prinsip penentuan ukuran petak adalah petak harus cukup besar agar individu jenis yang ada dalam contoh dapat mewakili komunitas, tetapi harus cukup kecil agar individu yang ada dapat dipisahkan, dihitung dan diukur tanpa duplikasi atau pengabaian. Karena titik berat analisa vegetasi terletak pada komposisi jenis dan jika kita tidak bisa menentukan luas petak contoh yang kita anggap dapat mewakili komunitas tersebut, maka dapat menggunakan teknik Kurva Spesies Area (KSA). Dengan menggunakan kurva ini, maka...

MENYELAMI KEARIFAN LOKAL PANDEGLANG

Image
  SALAKANAGAR Pandeglang menyuguhkan banyak sejarah yang sangat menarik untuk di teliti. Salah satunya sejarah Kerajaan Salakanagara . Cihunjuran, Citaman, Pulosari dan Ujung Kulon merupakan tempat-tempat yang menyimpan banyak situs tentang Salakanagara. Di Cihunjuran misalnya, di tengah hamparan pesawahan terdapat beberapa batu-batu purba serta kolam-kolam pemandian purba tepatnya zaman Megalitikum. Bukan hanya batu-batuan dan kolam-kolam purba yang menambah menariknya Cihunjuran, pemakaman Aki Tirem Luhur Mulia atau yang lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Angling Dharma dalam nama Hindu dan Wali Jangkung dalam nama Islam yang ukurannya tidak seperti pemakaman pada umumnya semakin menambah eksotisme sejarah di tempat tersebut. Batu Dolmen, tumpukan menhir yang dikumpulkan oleh warga setempat, Batu Dakon dan Batu Peta yang sampai saat ini belum ada satu orang pun yang dapat menerjemahkan isi peta tersebut semakin menambah eksotisme nilai sejarah yang ada ...

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK)

Image
Taman Nasional Ujung Kulon   adalah salah satu kawasan pelestarian alam di Indonesia yang memegang peran dalam keseimbangan ekosistem sesuai dengan fungsi perlindungan pengawetan dan pemanfaatan yang diselaraskan dengan upaya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan mutu kehidupan yang lebih baik. Kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon memiliki sejarah yang sangat panjang, pada tahun 1846 adalah seorang ahli botani yang bernama Junghum asal Jerman yang pertama kali memperkenalkan kekayaan flora dan faun, tahun 1921 Ujung Kulon dan Pulau Panaitan oleh pemerintah Hindia Belanda di tetapkan sebagai Kawasan Suaka Alam, 1973 Ujung Kulon dirubah menjadi Suaka Marga Satwa dengan di tambah Pulau Peucang, 1985 Ujung Kulon berubah setatus kembalai menjadi Suaka Alam berdasarkan SK Mentri Pertanian No.48/Um/ 1958 , dengan batas perairan 500 M dari batas air laut sueut terendah, 1967 Gunung Honje mesuk daerah konservasi, 1967 Kepulauan Krakatau dan ...